Sunday, April 06, 2008

One huge giant leap...might call 'Ikhlas'

Sudah lama saya tidak bercerita dengan hati melalui media ini, karena kesibukan untuk mencari sesuatu yang terasa kurang..kurang..dan kurang. Sampai pada satu titik dimana saya harus melepas semua mimpi yang pernah terjalin erat. Suatu titik di mana raga sudah tidak bisa berkompromi untuk menderu lebih lama. Ada sekelumit kekecewaan yang membuat langkah terhenti, atau bahkan mundur beberapa yard dari yang di harapkan.

Hingga akhirnya saya berada di sebuah titik birfukasi, di mana mengingatkan kembali bahwa hidup adalah sebuah pilihan.

Apa yang sudah terajut, bahkan seolah setapak mimpi terasa terjalani hingga menit terakhir, kini baru terasa,bahwa semua begitu menyesakkan. dan itu kembali membuat saya seolah terlempar beribu ribu mill dari tempat saya berdiri sekarang.

'Ikhlas Rud....." one of my closest friend said like that.
'It's not a punishment from HIM, but its a gift. Ubahlah cara pandang lo, bahwa apa yang di titipkan di badan loe itu adalah sebuah hadiah terbaik yang dia beri...bahwa DIA sayang sama elo"

Dan merubah paradigma seperi itu sangatlah sulit...menyatukan akal pikiran, hati dan nafsu. Hingga pada suatu hari, di mana sejumlah ketakutan terpusat menjadi galaksi hidup, menarik kita rapat ke dalamnya, dan hanya satu desahan kecil meluncur ringan, 'Apa yang KAU inginkan, biarkan ini menjadi yang terbaik buatku', dan hanya mampu biarkan beberapa orang dengan seragam sterilisasi yang seolah seperti neil armstrong tersebut melakukan sayatan sayatan pada tiap ujung nadi saya guna membuat celah keajaiban untuk memperpanjang nafas.

Dan segalanya berjalan begitu ringan...seperti sehelai bulu angsa yang tertiup oleh kering angin musim hujan. Lepas, seperti saat pertama kali kita bisa berlari untuk pertama kalinya.

Untuk semua apa yang sudah terjalin, sulaman itu mungkin akan terkait tidak secepat, bahakan tidak seindah apa yang pernah di impikan. Tapi setidaknya, sebuah proses perjalanan diri telah membuka cakrawala tersendiri....ikhlas dengan segala yang telah terjadi, dan memilih bagaimana kita me-mantrai hidup dengan bisikan indah atau umpatan murka.

Satu langkah terbesar yang sulit untuk di mengerti....ikhlas atas segala ketentuan-NYA.
Dan satu hal yang pasti adalah...iam not alone yah..kamu selalu ada buat saya Tuhan.




Selamat pagi Dok budi...besok lusa Insyallah, saya akan datang untuk radiotherphy lagi.

2 comments:

Anonymous said...

I would like to take that one huge giant leap, if only i know how...

Anonymous said...

You don't have to ask how it works...just sit, take deep breath and imagining how great is your life to be figure out... :)

Baca tulisan cinta berikutnya :



Widget by Hoctro
ditambahkan oleh koeaing!

Sapa Cinta


View My Stats

Gulungan film Favorit Rudy

Sabar lagi loading...
Sabar lagi loading...

Tak temukan cinta disini ? Kenapa tidak mencoba mesin cinta yang ini :

Google