Friday, July 21, 2006

Nyanyian sunyi

Aku murka..
aku gusar..
aku menangis...
merenggut dan menghempas apa yang di rasa.

Mencabik habis apa yang di punya.
Meluapkan sejumput penat mendesak.
Aku hilang....menguap....terlepas....sekarat.

Kata itu....
menyublim ringan...tak kentara.
Dalam sekat malam, meregang untuk menyumpal sejumlah kata dalam benak.
Sebuah nyanyian sunyi. Melagu lirih menyayat. Mengucap mantra bahwa...

....Aku mencintai-mu

Thursday, July 20, 2006

Arti mencintai....

Pada suatu malam, seorang anak bertanya pada ibunya apakah arti mencintai itu. Dan sang ibu hanya tersenyum sambil berucap
"Esok hari bangunlah pagi-pagi sekali, dan kamu akan mendapati jawabanya di sana".
Dan keseokan harinya, pagi-pagi benar sang anak sudah terbangun dan menyaksikan sang ibu menyiapkan segala keprluanya sebelum ia berangkat ke sekolah. Dan ia menunggu jawaban apakah yang akan di berikan oleh sang ibu atas pertanyaanya semlam. Namun sang ibu hanya tersenyum sambil mengantarkan menuju ke gerbang sekolah.
Sesampainya di sekolah, sang anak kembali bertanya kepada guru di sekolahnya tentang arti mencintai itu. Dan guru di sekolah hanya berkata
"Saat tiba waktu makan siang nanti cobalah jangan kau buka bekalmu, dan lihatlah apa yang terjadi nanti".
Dan ketika waktu makan siang pun tiba siang, ia sama sekali tidak membuka bekal yang ia bawa. Lama ia menunggu apa yang akan terjadi, hingga tiba-tiba ada seorang anak sebayanya dari kelas lain yang membagi roti miliknya untuk di makan bersama. Sesaat setelah bertemu dengan gurunya, sang anak langsung menceritakan apa yang baru saja di alaminya. Dan kembali ia menanyakan apa hubungan dengan mencintai dengan apa yang baru saja terjadi. Dan guru itupun hanya tersenyum sambil terus meneruskan sisa pelajaran yang tersisa hari ini.
Lelah ia mencari jawaban dari apa arti mencintai, ia duduk teramanggu sambil bertanya dalam hati kepada sang mentari yang beranjak menuju ufuk barat. Dan sang mentaripun hanya berkata
"Aku tak pernah meminta kembali atas tiap cahaya yang ku lepaskan, bahkan aku justru memantulkan cahayaku pada rembulan takala malam datang, agar kalian tetap terus berada dalam benderang cahayaku." uajrnya tersenyum sambil menggelincirkan dirinya ketepian malam.
Lama sang anak terus mepertanyakan tentang arti mencinta, hingga pada suatu waktu ia baru menyadari bahwa mencintai itu adalah memberi dan menjaga tanpa perlu meminta seidkitpun....

Baca tulisan cinta berikutnya :



Widget by Hoctro
ditambahkan oleh koeaing!

Sapa Cinta


View My Stats

Gulungan film Favorit Rudy

Sabar lagi loading...
Sabar lagi loading...

Tak temukan cinta disini ? Kenapa tidak mencoba mesin cinta yang ini :

Google