Monday, October 29, 2007

ketika cinta menjadi begitu teramat salah...

Di ujung sana senja menapuk dengan penuh sedih..menanti dirinya untuk menyanyikan tiap kepingan daun saga.
Ruang tak berbatas menyentil untuk turun dari perasingan.
"Aku tak sanggup untuk turun....biarkan aku berpaling untuk melihat pemberhentian selanjutnya"
Dan kereta pun beranjak pergi...menggilas roda roda ketakutanku...

Entah sampai kapan......karena saat ini mencintaimu menjadi teramat begitu salah....



Cilandak, 271007

Cinta dalam sepotong kue cokelat..

Cinta itu seperti sepotong kue cokelat...
Nikmat untuk di gigit pada tiap lapisanya,karena tiap adonan terangkai dengan sangat pas..tidak berlebih dan tidak terkurangi...

Namun apakah akan tetap terasa senikmat itu ketika satu dari rangkaian gigi mendapati sedang meradang??? akankah tiap lapisanya masih tetap terasa nikmat melumuri tiap dinding mulut???

Mungkin akan ada banyak yang dengan sigap melepeh tiap remahanya...atau justru dengan damai mampu menteralisir dengan secangkir teh tepat bersama masuknya tiap suap potongan kue cokelat ke dalam rongga pengecap rasa?? Mungkin ia hanya berfikir, bahwa tidak ada pengalaman terdindah untuk menikmati sepotong kue coklet selain melahap habis tiap lapisanya.

Karena kue coklat itu akan tetap ada, dengan atau tanpa kita harus menikmatinya...sama seperti cinta..ia akan tetap selalu ada meski kita terlalu takut untuk menhampirinya atau kita dengan kerelaan penuh melahap habis tiap bagianya..



Slipi, mentasbihkan pagi yang indah.291007

Monday, October 15, 2007

Maafkanlah...

Maafkanlah...
aku yang tak tulus menghargai kehadiranmu...
Dengan jiwa kesombongan diri, aku kian mengibarkan cawan kedustaanku



Maafkanalah,

Seribu detik seakan tak membuatku terhenti segala urusanku, mengukur jalan hitam dunia ini.
Bahkan menemaniMU sesaat sebelum embun meretaspun kadang aku terlelapkan...hanya untuk sekedar mengadahkan airmataku

AKu yang rapuh, aku yang kerap kali mengibaskan jubah kesombonganku, dan aku yang selalu mendustakan senyumMu...

Karena detik akan terhenti, laju akan tersendat dan menuju segala arah dari akhir sebuah tujuan, menggapai sebuah awal dari sebuah ketiadaan....

Tuhan, dengan kunci yang hampir patah ini, ijinkanku mencintaimu meski dengan cara yang tidak sempurna, karena aku akan kembali berpulang kepadaMu...

Dan maafkanlah....Meski ku tertatih di jalan lurusmu, ada hal yang kuyakini,....cinta rapuhku hanya kepadaMU.



selamat idul fitri,
semoga kita akan menjadi sebuah bentuk yang lebih baik..setiap harinya.
slipi, 151007

Thursday, August 09, 2007

Fabalous 30's ,Keriaan yang tertunda...

"Dress Code in White", begitu tertulis di sudut bawah undangan tersebut.
'Jadi kalo yang gak pake baju putih gak boleh datang yah???" tanya salah satu teman di ujung telepon genggamnya.
"Ya gak boleh dong , untung ini cuma soal warna, kalo dress code-nya di batasi dengan salah satu international brand, matilah gw!!"jawab temanya lagi.
" Gilaaaaaaaaa....!! Itu kan cuma pembukusnya saja, bukankah yang lebih penting itu adalah doa dan ucapan selamat para tamu??!!" tanyanya lagi dengan sedikit geram
"Darling, jaman sekarang batasan doa dengan pride itu beda tipis, sama halnya loe nanya apa loe masih perawan apa nggak sekarang???"

Masih ingat dalam ingatan saya, bahwa sebuah pembungkus raga itu harusnya adalah sesuatu yang cukup sopan dan cukup menutupi lekuk-lekuk tubuh. Namun rasanya, pemikiran itu sudah sangat konservatif sekali, terutama di kota-kota urban seperti ini.
Sebuah pembungkus raga harus bertema!!!

"Yup...yang itu. Saya minta yang coklat Dior itu mbak" pinta seoarang teman kepada pelayan toko itu.
"Pssttt...berapa harga sewanya??" tanya teman di sebelahnya sambil berbisik pelan.
"Lumayanlah, dari pada gw harus nambah tagihan kartu gue puluhan juta untuk satu acara cocktail nanti, lebih baik gue nyewa deh"
"Jadi elo itu gonta ganti tas tiap ada party itu selalu nyewa? Bukanya punya elo sendiri??"tanyanya lagi sambil di ikuti anggukan temanya.
"Darling, syang penting adalah tampilan luar, masalah mau elo ngutang, nyewa atau apa kek, Not Big Deal. Sing penting 'wah' jueng" jawab teman-nya ngeloyor ke kasir dengan tas cokalt Dior sewaan-nya itu.

Ahh...bagaimana bisa sebuah penunjukan diri harus di maknai dengan hal hal bodoh seperti itu. Saya juga pecinta keindahan,namun bukankah pemikiran pemikiran untuk nampak terlihat 'wah' tapi melampaui kemampuan pribadi diri itu jauh lebih penting ???
Mungkin saya bukanlah seoarang penceramah yang baik, namun, bukankah hal indah ketika kita juga memiliki segala ssuatunya dengan teramat pas, tidak berlebih maupun tidak kekurangan. Dan keberanian untuk mencintai diri sendiri, apa adanya...itulah kunci untuk bisa bertahan menangkis tiap kepak-kan dan dentuman pengaruh urbanisasi.

"Nobody knows darling??!", celetuk seorang teman ketika saya mengungkapkan hal itu. 'Jaman sekarang, loe musti kayak bunglon..bisa ikutin ritme gaya hidup, apalagi loe tinggal di kota besar". celotehnya lagi. 'kalo jaman dulu loe bisa dengan lantang menyebut beauty, brain and behavior. Sekarang dah gak jaman...BEAUTY, BRAND and BE-HAVE itu yg tepat sekarang".
"Tapi.....Its also Not big deal too selama menjadi jati diri sendiri tanpa harus menggunakan tema-tema yang tidak masuk akal tersebut. Begitupun juga, hal itu tidaklah penting juga ketika keriaan tertunda untuk sesaat, selama kita nyaman dengan pembungkus diri kita....menjadi diri sendiri"jawabku
"Ohhhh...what a shallow....!!"geloyornya sambil tersenyum sinis


Dari balik dentum keras, di ujung coffee table sambil menikmati alunan Kei kobayoshi.

Wednesday, June 13, 2007

The Reason

"Saya akan pergi dari sini??"ucapnya suatu ketika
"Dan jangan kau tunggu kepulangan saya, karena mungkin kali ini tidak akan kembali lagi."lanjutnya datar.

Dan di ujung sana, dirimu hanya tersudut kelu dengan sejumlah pertanyaan yang liar menerjang batas kesadaranmu, namun yang terucap hanyalah 'Kenapa??'.

Apa yang kita nanti, sebuah bait mantra yang siap memenggal sejuta rasa...?
Apa yang tengah menjemput, sepenggal kata yang dengan sigap menohok ulu hati...?
dan apa lagi yang tengah kita harap, sebilah pikiran yang siap mengergaji hati...?

Dan ia hanya bisa tertunduk lesu...bimbang.....

"Maaf, aku tidak bisa berkompromi dengan semua jenis rasa yang ada di hati?"ujarnya seolah ingin memberikan penjelasan sebelum ia melangkah pergi
"Dan, jauh di lubuk hatiku, aku masih menyimpan bara itu yang akan terus terasa hangtanya" lanjutnya lembut.
"Tapi mengapa?? Tak adakah cara untuk tetap menahan dirimu...untuk terus mencinatiku?? Apa salahku?? Apakah ada orang lain di luar sana?? Atau aku tak cukup pantas buatmu??" ujarmu setengah histeris, seolah ingin menahan laju langkahnya
"Ini bukan masalah bagaimana, apa, kenapa, dan siapa?. Ini terlebih kepada sejumlah rasa yang kian menyusut per detiknya di dalam hati ini. Dan saya tidak mampu membangkitkan kembali nyala bara itu hingga panas, saya hanya bisa merasakan hangatnya, tidak lebih dari itu"ujarnya sambil melangkah pergi.

Semua hanyalah masalah pilihan, apakah kita hanya mampu untuk sekedar meluapkan segenap emosi yang tumpah ruah, atau kita hanya berkompromi dengan sejuta ketasbihan diri beralaskan keraguan hati. Namun satu hal yang pasti, cinta tak butuh tali untuk mengikatnya erat-erat. Dan pasti, ada alasan di balik itu semua...sesakit apapun itu, kita hanya bisa berkompromi akan itu, karena itu adalah sebuah alasan atas nama cinta.
Dan biarkan itu memudar dengan sendirinya.


June 13'07
Can't find a reason, That my feeling don't disappear. And after this love game has been played, All our illusions was a parade. And the reasons start to fade. In the morning, when I rise no longer Feeling hypnotized. I find my reason had no pride. (The reason; Earth, wind and Fire)









Baca tulisan cinta berikutnya :



Widget by Hoctro
ditambahkan oleh koeaing!

Sapa Cinta


View My Stats

Gulungan film Favorit Rudy

Sabar lagi loading...
Sabar lagi loading...

Tak temukan cinta disini ? Kenapa tidak mencoba mesin cinta yang ini :

Google